Ancam Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Siaga Asap Karhutla di 16 Bandara Papua

0
20

Jayapura, Malanesianews, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara intensif memantau perkembangan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional sektor penerbangan nasional. Berdasarkan data evaluasi Kemenhub, sebanyak 16 bandara udara yang tersebar di wilayah Papua kini terganggu oleh kabut asap pekat yang menyelimuti area sekitarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa sebaran kabut asap akibat karhutla tersebut telah memicu penurunan jarak pandang (visibility) secara signifikan di sekitar landasan. Fenomena ini dinilai berpotensi kuat membahayakan keselamatan penerbangan, sehingga sejumlah tindakan penyesuaian jadwal hingga penundaan keberangkatan terpaksa diberlakukan demi memprioritaskan keamanan maskapai dan penumpang.

Adapun sebaran 16 fasilitas penerbangan yang terdampak kabut asap mencakup bandara utama seperti Bandara Sentani di Papua, serta Bandara Mozes Kilangin (Timika), Bandara Ilaga, dan Bandara Ilu di wilayah Papua Tengah. Tak hanya di Papua, akumulasi dampak gangguan cuaca akibat kabut asap secara nasional sejak pertengahan Agustus telah memicu keterlambatan (delay) pada 919 penerbangan berjadwal dan mengganggu ribuan rute perjalanan.

Guna menekan deviasi risiko operasional, Kemenhub terus berkoordinasi erat dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta pengelola bandara guna memantau dinamika kondisi cuaca dan kualitas udara secara real-time. Penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) juga disiagakan apabila jarak pandang di suatu titik bandara berada di bawah batas minimum pendaratan aman.

Pemerintah turut mengimbau para calon penumpang yang akan berpergian dari maupun menuju wilayah Papua untuk secara berkala mengecek status penerbangan melalui maskapai masing-masing. Pihak otoritas menegaskan bahwa langkah pembatasan operasional dan perubahan jadwal akan terus diterapkan sampai ambang batas jarak pandang dan kondisi atmosfer di wilayah terdampak dinyatakan benar-benar aman.