Sebaran Sekolah Rakyat di Papua: 3 Lokasi Dibangun, 9 Daerah Jadi Target

0
28

Jakarta, Malanesianews, – Program Sekolah Rakyat terus diperluas di Provinsi Papua. Data terbaru Pemerintah Provinsi Papua per September 2026 menyebut pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi saat ini berlangsung di tiga wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor. Pemerintah menargetkan fasilitas permanen tersebut rampung pada Maret 2027.

Pembangunan tiga Sekolah Rakyat itu telah berjalan sekitar satu bulan dan pada 18 September 2026 progres fisiknya dilaporkan mencapai sekitar 4 persen. Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun untuk pembangunan fasilitas tersebut, yang mencakup gedung sekolah, asrama, fasilitas olahraga, tempat ibadah, ruang serbaguna, hingga fasilitas bagi tenaga pendidik. Pemerintah menyebut fasilitas di tiga wilayah itu diproyeksikan menampung ribuan peserta didik.

Di luar tiga lokasi pembangunan permanen tersebut, program Sekolah Rakyat telah berjalan dalam bentuk rintisan di sejumlah titik di Papua. Pemerintah Provinsi Papua sebelumnya mencatat keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Atas 29 di Kamkey dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 di Pasir Dua, selain program yang berjalan di Sarmi dan Biak Numfor. Kondisi ini menunjukkan sebaran program di Papua masih berada dalam tahap pengembangan dari sekolah rintisan menuju fasilitas terintegrasi permanen.

Pemerintah Papua juga mendorong perluasan program ke wilayah lain. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyebut pemerintah daerah berharap Sekolah Rakyat terintegrasi dapat dibangun di delapan kabupaten dan satu kota. Sebelumnya, Kemensos mengusulkan sejumlah wilayah, antara lain Supiori, Mamberamo Raya, Waropen, dan Keerom, yang saat itu masih melengkapi persyaratan administrasi.

Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan jenjang pendidikan yang dapat terintegrasi dari SD hingga SMA dalam satu kawasan. Pemerintah Papua melihat program tersebut sebagai salah satu instrumen untuk memperluas layanan pendidikan, terutama bagi anak-anak di wilayah yang selama ini sulit menjangkau fasilitas pendidikan. Dengan tiga lokasi permanen yang sedang dibangun dan usulan ekspansi ke sejumlah kabupaten, peta Sekolah Rakyat di Papua masih akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan