Baharudin Farawowan: Tragedi Depapre Bukti Program MBG Perlu Dievaluasi Total, NPF Tegaskan Sejak Awal Menolak Kebijakan Ini.

0
120
Ceo & Founder NPF Baharudin Farawowan saat menggelar keterangan Pers di Sekretariat NPF Sentani, 5 Agustus 2026

Jayapura, MalanesiaNews – CEO & Founder Lembaga Masyarakat The New Papua Foundation (NPF), Baharudin Farawowan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan anak peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Selasa (4/8/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala muntah dan lemas usai mengonsumsi makanan program MBG.

Menurut Baharudin, insiden tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan karena menyangkut keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat program negara.

” Keselamatan anak-anak tidak boleh dikompromikan oleh kelalaian dalam pengelolaan makanan, “Sejak awal kami tidak sependapat dengan Program Makan Bergizi Gratis. Negara seharusnya memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperbaiki layanan kesehatan, dan membangun sistem pangan lokal yang berkelanjutan. Dengan demikian, keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya secara mandiri,” ujar Baharudin Farawowan, Rabu (5/8/2026).”

Ia meminta pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional, serta aparat penegak hukum segera melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya pada sampel makanan, tetapi juga harus mencakup rantai distribusi, kualitas bahan baku, proses memasak, penyimpanan, pengemasan hingga mekanisme pendistribusian makanan kepada para siswa.

“Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Hasil investigasi harus diumumkan secara terbuka agar menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di daerah lain,” ujarnya.

NPF juga meminta pemerintah memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa dibebani biaya pengobatan. Baharudin menilai negara memiliki tanggung jawab penuh terhadap peserta program yang mengalami dampak dari pelaksanaan kebijakan publik.

Selain itu, NPF mengapresiasi langkah cepat tenaga kesehatan, pihak kepolisian, serta seluruh petugas yang menangani para korban sejak awal kejadian. Berdasarkan laporan sementara, korban telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Depapre dan sebagian dirujuk ke RSUD Yowari maupun fasilitas kesehatan lainnya.(MCS)