LMA Kabupaten Jayapura dan NPF Matangkan Seminar Nasional Kawasan Strategis Sentani

0
35
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura Maurits Fele Bersama Ceo & Founder New Papua Foundation (NPF) Baharudin Farawowan saat usai pertemuan Bersama di Sentani (Senin/6/7/2026)

Jayapura, Malanesianews, – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayapura menggelar pertemuan awal bersama New Papua Foundation (NPF) di Obhe, Sentani, Senin (6/7/2026), pertemuan ini sebagai tindak lanjut atas kesepakatan hasil kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat yang dipimpin Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Carel Suebu, terkait rencana penyelenggaraan Seminar Nasional Integrasi Penataan Kawasan Strategis Sentani.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi dan pembahasan langkah awal dalam mempersiapkan seminar yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura, Maurits Fele, mengatakan gagasan penyelenggaraan seminar sebenarnya telah lama menjadi harapan masyarakat adat. Menurutnya, kehadiran Ceo & Founder NPF, Baharudin Farawowan, memberikan arah baru dalam merumuskan konsep penataan kawasan strategis Sentani secara terpadu.

 “Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura sudah lama punya rencana, tetapi belum ada orang yang punya konsep yang tepat. Kemarin kami melihat gagasan itu, sehingga kami akan bekerja sama ke depan untuk mewujudkan seminar nasional ini,” kata Maurits.

Menurut Maurits, seminar nantinya akan mengangkat keterkaitan antara Danau Sentani, Pegunungan Cycloop, kampung-kampung adat di sekitar danau, aktivitas nelayan, hingga Festival Danau Sentani sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Danau Sentani merupakan sumber kehidupan masyarakat adat. Karena itu, pembahasannya harus dikaitkan dengan Gunung Cycloop, kampung-kampung di sekitar danau, aktivitas nelayan, sampai Festival Danau Sentani sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai persoalan Danau Sentani selama ini belum ditempatkan sebagai isu strategis nasional, padahal keberlanjutan kawasan tersebut menentukan masa depan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura.

 “Kami ingin isu Danau Sentani menjadi isu strategis nasional agar seluruh elemen, mulai dari kementerian, DPD RI, akademisi, hingga masyarakat adat, dapat duduk bersama mencari solusi. Ini menyangkut apakah Danau Sentani masih bisa bertahan untuk puluhan tahun ke depan,” tutur Maurits.

Melalui pertemuan di Obhe tersebut, LMA Kabupaten Jayapura dan NPF sepakat melanjutkan proses persiapan dengan dengan menyusun jadwal rapat lanjutan, membentuk panitia, menyiapkan kerangka acuan kerja, serta membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua, DPD RI, kementerian terkait, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat. Langkah itu diharapkan menjadi fondasi awal penyelenggaraan Seminar Nasional Integrasi Penataan Kawasan Strategis Sentani yang ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan bagi pelestarian kawasan Sentani dan perlindungan kehidupan masyarakat adat. (MCS)