Asap Karhutla Makin Pekat, Negara Tetangga Minta Perbankan ASEAN Blokir Pendanaan Perusahaan Pembakar Lahan

0
10

Jakarta, Malanesianews, – Sejumlah politisi dan anggota parlemen dari negara tetangga di kawasan ASEAN, khususnya Malaysia, mulai melayangkan protes keras terkait kembali memburuknya krisis kabut asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Gelombang desakan diplomasi ini kian memanas seiring memburuknya kualitas udara yang berdampak langsung pada melumpuhnya aktivitas publik hingga penutupan ratusan sekolah di negara tetangga.

Dalam sidang di Dewan Rakyat Malaysia, para legislator mendesak blok ASEAN untuk tidak lagi hanya mengandalkan imbauan diplomatik lunak. Mereka mengusulkan penerapan tekanan finansial secara masif, salah satunya dengan mendorong lembaga perbankan regional memutus atau membatasi akses pendanaan bagi perusahaan perkebunan yang terbukti terlibat praktik pembakaran lahan (slash-and-burn) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Langkah tegas tersebut dinilai perlu dilakukan karena mekanisme penanganan kabut asap ASEAN yang ada saat ini dianggap tidak lagi memadai untuk memberikan efek jera. Selain mendesak pemboikotan finansial terhadap korporasi nakal, jajaran koalisi politik Malaysia juga menuntut Pemerintah Indonesia untuk memikul tanggung jawab penuh, meningkatkan transparansi penegakan hukum, serta menyampaikan permohonan maaf resmi kepada negara-negara terdampak.

Dampak krisis ekologis ini kian nyata dirasakan oleh masyarakat di tingkat tapak. Data Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya lebih dari 50.000 warga di wilayah Sumatera dan Kalimantan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat pekatnya paparan asap. Situasi darurat ini juga memakan korban jiwa, termasuk petugas pemadam kebakaran dan relawan yang gugur saat berjuang menjinakkan kobaran api di garis depan.

Sebagai respons atas tekanan regional dan situasi krisis di dalam negeri, Pemerintah Indonesia terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan dengan menyiagakan ribuan personel gabungan serta ribuan relawan di titik-titik panas (hotspot). Di tengah desakan internasional, Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanggulangan karhutla lewat pengoperasian teknologi modifikasi cuaca (TMC) serta membuka pintu kerja sama yang lebih erat bersama negara-negara anggota ASEAN.