Wapres Gibran Tinjau Biak dan Wamena, Pastikan Percepatan Pembangunan Layanan Publik serta KIPP Papua Pegunungan

0
88

Jayapura, Malanesianews, – Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan perjalanan kerja di tanah Papua pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan menyambangi beberapa titik strategis di wilayah pesisir dan pegunungan. Lokasi pertama yang menjadi tujuan di awal hari adalah Kabupaten Biak Numfor, dimulai dari Bandara Frans Kaisiepo menuju Distrik Biak Timur. Kunjungan ke titik ini bertujuan untuk memastikan pemerataan kualitas fasilitas publik di wilayah kepulauan serta meninjau kesiapan infrastruktur pendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

Setelah menyelesaikan agenda di wilayah pesisir, Wapres beserta rombongan terbatas bertolak menuju dataran tinggi Papua. Destinasi berikutnya adalah Kota Wamena yang berada di Kabupaten Jayawijaya. Pendaratan dilakukan di Bandara Udara Wamena sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi-lokasi strategis. Tujuan utama kunjungan ke wilayah ini adalah untuk memantau secara langsung percepatan pembangunan di provinsi baru serta memastikan kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat pegunungan.

Di wilayah Papua Pegunungan, titik sentral yang dikunjungi adalah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang mencakup wilayah Distrik Walesi dan Distrik Wouma. Lokasi ini dikunjungi dengan tujuan utama melakukan supervisi terhadap progres pembangunan perkantoran gubernur dan sarana administrasi lainnya. Hal ini dilakukan guna menjamin bahwa operasional pemerintahan di Daerah Otonomi Baru (DOB) dapat berjalan tepat waktu demi memperpendek jangkauan pelayanan publik bagi warga Papua Pegunungan.

Rangkaian kunjungan pada 13 Januari ini ditutup di pusat kota Wamena dengan tujuan untuk melihat stabilitas ekonomi dan ketersediaan pasokan logistik di pasar lokal. Seluruh lokasi yang dikunjungi, mulai dari Biak Timur hingga KIPP di Jayawijaya, berada dalam pengawalan ketat personel gabungan. Kehadiran Wapres di titik-titik tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan moril bagi percepatan pembangunan nasional di wilayah timur Indonesia.