Tembus Pasar AS, Provinsi Papua Lepas Ekspor Perdana 17,8 Ton Tuna Olahan dari Pelabuhan Jayapura

0
8

Jayapura Malanesianews, – Sektor kelautan Papua mencatatkan sejarah baru dengan terealisasinya ekspor perdana 17,8 ton produk tuna olahan langsung dari Pelabuhan Jayapura menuju Amerika Serikat. Pengiriman dalam volume besar ini menjadi bukti konkret bahwa hasil tangkapan nelayan lokal telah berhasil memenuhi standar keamanan pangan internasional yang ketat. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi Papua sebagai wilayah dengan potensi sumber daya laut unggulan, khususnya tuna sirip kuning, yang kini mulai diakui secara global.

Produk yang dikirimkan ke pasar internasional ini mencakup berbagai varian tuna olahan beku, mulai dari frozen yellowfin tuna center cut/loin, ground meat, hingga poke cube. Seluruh komoditas tersebut dipastikan telah melalui proses pengolahan yang memenuhi standar mutu global sehingga siap dikonsumsi oleh konsumen di Amerika. Capaian ini menandai transformasi sektor perikanan daerah dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi penghasil produk olahan bernilai tambah.

Keberhasilan menembus pasar dunia ini tidak terlepas dari kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pihak swasta, seperti PT Chen Woo Fishery, yang berperan membuka akses pasar global. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan yang kuat di Indonesia Timur, di mana pengelolaan sumber daya dilakukan secara berkelanjutan. Dengan penerapan standar internasional yang konsisten, Papua diproyeksikan akan menjadi pusat ekspor perikanan utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, secara resmi melepas pengiriman tersebut dan mengapresiasi kemajuan sektor kelautan ini sebagai tonggak penting bagi ekonomi kerakyatan. Beliau menekankan bahwa laut Papua adalah sumber kekuatan ekonomi yang harus dikelola dengan prinsip berkelanjutan. Melalui momentum ekspor perdana ini, pemerintah optimis akan semakin banyak pelaku usaha yang mengikuti langkah serupa untuk memperkuat daya saing produk perikanan Papua di kancah internasional.