Sampai Saat Ini Indonesia Telah Terima Sebanyak 225,9 Juta Vaksin Covid-19

0
522

Jakarta, Malanesianews, – Dilansir dari siaran pers di laman resmi covid19.go.id, Rabu (8/9/2021), Sebanyak 225,9 juta vaksin Covid-19 telah diterima oleh Indonesia hingga 8 September 2021, vaksin yang diterima oleh Indonesia itu terdiri dari bentuk vaksin jadi maupun bahan baku (bulk).

Vaksin yang dimasud terdiri dari vaksin Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis dan vaksin Sinovac dalam bentuk bulk sebanyak 153,9 juta. Kemudian vaksin AstraZeneca sebanyak 20 juta dosis, vaksin Moderna sebanyak 8 juta dosis, vaksin Pfizer sebanyak 2,75 juta dosis, dan vaksin Sinopharm sebanyak 8,25 juta dosis.

Sementara itu, pada Rabu (8/9/2021) kemarin, Indonesia menerima sebanyak 500.000 dosis vaksin AstraZeneca melalui mekanisme pengadaan dose-sharing bilateral dari pemerintah Australia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, vaksin tersebut merupakan batch kedua yang diterima dari Australia.

“Batch pertama dari Australia tiba 2 September lalu sebesar 500.000 dosis vaksin AstraZeneca,” ujar Retno.

Menurutnya, batch kedua ini tiba sehari sebelum dilakukannya pertemuan 2+2 (Menlu-Menhan) antara kedua negara di Jakarta.

“Kedua negara terus berupaya memperkuat kemitraan strategis komprehensif, termasuk dalam situasi penuh tantangan seperti pandemi Covid-19,” kata Retno.

Dia melanjutkan, kedatangan vaksin kali ini merupakan bagian dari rencana dukungan 2,5 juta dosis vaksin dari Australia bagi masyarakat Indonesia pada 2021.

Adapun kedatangan vaksin AstraZeneca pada Rabu telah termasuk ke dalam 225,9 juta vaksin yang telah diterima Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah Australia juga telah berkomitmen untuk memberikan dukungan pengadaan vaksin untuk Indonesia senilai 77,1 juta dolar Australia yang akan disalurkan melalui UNICEF.

“Atas nama pemerintah Indonesia, saya sampaikan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Australia atas dukungan kerja sama penanganan Covid-19. Thank you Australia!” kata Menlu.

Artikulli paraprak5 Qualities of your Good Relationship
Artikulli tjetërDalam Persiapan PON XX Di Papua Mendagri Dan MenkoPolhukam Lakukan Kunjungan
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini