Jayapura, Malanesianews, – Pemerintah Provinsi Papua kini tengah memprioritaskan transformasi RSUD Jayapura menjadi institusi penyelenggara pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based). Langkah strategis ini diambil sebagai solusi konkret untuk mencetak lebih banyak tenaga medis ahli di Bumi Cenderawasih. Dengan skema ini, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan tenaga medis dari luar daerah dapat berkurang secara signifikan.
Plt. Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengungkapkan bahwa rumah sakit rujukan ini merupakan satu dari seratusan lebih RS di Indonesia yang dinilai layak menjalankan program tersebut. Rencananya, RSUD Jayapura akan membuka lima hingga enam program studi spesialisasi. Fokus utama akan diberikan pada bidang-bidang krusial yang saat ini sangat minim di Papua, seperti spesialis anestesi serta kebidanan dan kandungan.
Krisis dokter spesialis selama ini menjadi kendala utama yang menghambat akses kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Minimnya tenaga ahli mengakibatkan banyak rumah sakit daerah tidak mampu memberikan pelayanan medis yang optimal. Kehadiran program hospital-based di RSUD Jayapura pun dipandang sebagai akselerator untuk menutup celah kekurangan tenaga medis tersebut dengan lebih cepat.
Saat ini, RSUD Jayapura sedang menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Kesehatan sebelum melanjutkan ke tahap visitasi akhir. Setelah seluruh prosedur administrasi dan teknis terpenuhi, program pendidikan ini akan segera dioperasikan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem rujukan kesehatan di Papua, tetapi juga meningkatkan standar kualitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.



