Persiapan Potensi Krisis Pangan Energi dan Keuangan Di Indonesia, Wapres Ma’ruf Amin Ajak MUI Untik Ikut Berpartisipasi

0
541

Jakarta, Malanesianews, – Dalam menghadapi krisis pangan energi, dan keuangan yang diperkirakan bakal terjadi di Indonesia, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak Majelis Ulama Indonesia berpartisipasi Ma’ruf, agar  masyarakat dapat bersabar, hati-hati, dan bersiap menghadapi potensi krisis tersebut.

“Partisipasi Majelis Ulama Indonesia juga tentu diharapkan untuk masyarakat supaya bersabar, berhati-hati, kemudian masyarakat juga melakukan upaya-upaya persiapan dalam menghadapi ini,” kata Ma’ruf saat menghadiri acara peringatan Milad ke-47 MUI, Selasa (26/7/2022),

Wapres Ma’ruf mengatakan, agama Islam sendiri telah memerintahkan umatnya untuk selalu bersiap dalam menghadapi ancaman yang akan datang. Ia menyebutkan, situasi global saat ini memang banyak menghadapi tantangan, terutama akibat perang antara Ukraina dan Rusia yang menyebabkan berbagai krisis di atas. Menurut dia, MUI harus hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi itu supaya masyarakat tidak risau dan panik tetapi juga mempersiapkan diri.

“Ini hal yang menjadi kewajiban kita Majelis Ulama bersama-sama untuk juga menghadapi keadaan ini, tidak panik, tidak risau,” kata Ma’ruf.

“Tetapi juga kita mempersiapkan diri untuk kesiapan pangan di berbagai daerah supaya kita tidak kekurangan pangan,” imbuh dia.

Di samping itu, Ma’ruf juga mengapresiasi keterlibatan MUI dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan mengeluarkan fatwa-fatwa mengenai vaksinasi hingga pelaksanaan ibadah. Menurut dia, fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI sudah tepat karena agama mengajarkan bahwa hak seorang hamba, dalam hal ini mengenai kesehatan, didahulukan daripada hak Allah ketika terjadi perimpitan hak.

“Karena itu, kita pentingkan menjaga masyarakat daripada sembahyang Jumat dan sebagainya saat terjadi ancaman Covid-19. Ini satu cara berpikir yang tepat menurut saya,” kata Ma’ruf.

Artikulli paraprakBMKG Beri Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter Di Beberapa Perairan Indonesia
Artikulli tjetërKomarudin Watubun : Mewakili OAP ,Sekda Provinsi Dan Para Rektor Layak Di Usulkan Sebagai Pj Gubernur Di 3 DOB
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini