LLDikti Wilayah XIV Tutup Empat Perguruan Tinggi Swasta di Tanah Papua

0
46

Jayapura, Malanesianews, – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV resmi menghentikan operasional empat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Tanah Papua. Keempat institusi tersebut adalah ASMI Jayapura, Akpar Petrus Kafiar Biak, ABA Naikaten Wamena, dan STIE Trinitas Sorong. Kepala LLDikti Wilayah XIV, Dr. Suriel Mofu, menyatakan bahwa langkah tegas ini diambil menyusul penurunan drastis jumlah mahasiswa serta minimnya tenaga pendidik yang menyebabkan kegiatan perkuliahan tidak lagi berjalan secara normal.

​Berdasarkan hasil evaluasi rutin bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), penutupan ini telah dilakukan sejak tahun 2025. Masalah utama yang ditemukan mencakup tata kelola internal yang buruk serta status akreditasi yang tidak terpenuhi. Meski demikian, pihak kementerian memastikan hak-hak akademik tetap terlindungi dengan memfasilitasi perpindahan mahasiswa dari empat kampus tersebut ke perguruan tinggi swasta lain yang lebih stabil dan terjamin kredibilitasnya.

​Sebagai langkah antisipasi ke depan, LLDikti kini memperketat proses verifikasi terhadap usulan pembukaan PTS maupun program studi (prodi) baru di Papua. Kebijakan ini bertujuan untuk menghindari duplikasi prodi yang sama dalam satu wilayah guna menjaga keberagaman pilihan bagi masyarakat. Dr. Suriel Mofu menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek jangka panjang, seperti proyeksi minat pendaftar dan ketersediaan dosen, agar setiap lembaga pendidikan yang berdiri memiliki daya saing dan tata kelola yang sehat.

​Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia di lingkungan PTS Papua menunjukkan tren positif di tengah penataan institusi. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 846 dosen telah mengantongi sertifikasi profesi, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 100 orang per tahun sejak 2017. Saat ini, Tanah Papua menaungi total 130 perguruan tinggi yang terdiri dari 5 PTN, 47 perguruan tinggi kedinasan, dan 78 PTS, di mana hampir 150 dosen tambahan kini tengah bersiap mengikuti proses sertifikasi tahun ini.