Kalah Saing, Ketidakpastian Regulasi Paksa Investor Alihkan Modal ke Vietnam dan Thailand

0
37

Jakarta, Malanesianews, – Ketidakpastian kebijakan dan inkonsistensi regulasi masih menjadi batu sandungan utama bagi iklim investasi di Indonesia pada awal 2026. Ekonom Senior Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengungkapkan bahwa para investor cenderung menahan ekspansi atau bahkan mengalihkan modalnya ke negara tetangga karena risiko perubahan aturan yang mendadak. Situasi ini diperparah dengan sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s yang sempat memangkas outlook kredit Indonesia menjadi negatif, yang mencerminkan keraguan pasar terhadap stabilitas kebijakan ekonomi nasional.

Dibandingkan dengan Indonesia, Thailand dan Vietnam kini menjadi destinasi yang jauh lebih menarik bagi investor asing karena menawarkan kepastian hukum yang lebih solid. Vietnam, misalnya, unggul dalam kecepatan proses perizinan yang jauh lebih efisien serta strategi fiskal yang ramah terhadap industri hilirisasi. Sementara itu, Thailand tetap menjadi pemain kuat di sektor manufaktur berkat stabilitas aturan yang memungkinkan pelaku usaha melakukan proyeksi bisnis jangka panjang tanpa khawatir akan adanya “pasal karet” atau perubahan kebijakan yang tiba-tiba.

Di dalam negeri, tumpang tindih aturan antara pemerintah pusat dan daerah serta birokrasi yang rumit masih menjadi keluhan klasik yang belum tuntas. Meskipun pemerintah telah mengupayakan digitalisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS), implementasi di lapangan dinilai sering kali tidak sejalan dengan semangat penyederhanaan regulasi. Selain itu, tingginya biaya logistik dan harga energi di Indonesia membuat daya saing nasional kian tertinggal dari para kompetitor di kawasan Asia Tenggara.

Para ahli memperingatkan bahwa tanpa reformasi struktural yang nyata dan komitmen untuk menjaga konsistensi regulasi, Indonesia berisiko kehilangan momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penegakan hukum yang transparan dan perlindungan terhadap kepastian berusaha harus menjadi prioritas utama untuk meyakinkan kembali para investor global. Jika pembenahan fundamental ini terus tertunda, arus modal asing diprediksi akan terus mengalir deras ke Vietnam dan Thailand yang dianggap lebih mampu memberikan jaminan keamanan bagi modal jangka panjang.