Hari Nusantara 13 Desember 2025: Mengenang Visi Djuanda, Mengokohkan NKRI sebagai Negara Kepulauan

0
217

Jakarta, Malanesianews, – Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan salah satu hari nasional penting yang berakar kuat dari sejarah perjuangan bangsa. Penetapan hari ini didasarkan pada peristiwa heroik Deklarasi Djuanda yang dicanangkan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi ini menegaskan kepada dunia bahwa semua perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk daratan Republik Indonesia adalah bagian-bagian yang tak terpisahkan dari wilayah yurisdiksi NKRI. Deklarasi Djuanda inilah yang menjadi pondasi bagi Indonesia untuk memperjuangkan konsep negara kepulauan (archipelagic state) di kancah internasional, yang akhirnya diakui dalam Konvensi Hukum Laut Internasional PBB (UNCLOS) pada tahun 1982.

Penetapan resmi tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Tujuan utamanya adalah untuk mengubah pandangan bangsa Indonesia yang semula berorientasi pada daratan menjadi berorientasi pada kelautan, serta untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa laut adalah pemersatu, bukan pemisah, yang menjamin keutuhan wilayah NKRI. Berkat Deklarasi Djuanda, luas wilayah Indonesia bertambah lebih dari dua kali lipat, mengukuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi sumber daya maritim yang luar biasa.

Perayaan Hari Nusantara pada 13 Desember 2025 kembali diselenggarakan dengan semangat untuk menguatkan identitas maritim bangsa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan pada tahun ini menunjukkan pola desentralisasi kegiatan, tidak hanya terpusat di ibu kota, tetapi menyebar ke berbagai daerah strategis. Salah satu titik fokus perayaan adalah di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, di mana upacara resmi akan dipadukan dengan festival budaya bahari yang melibatkan elemen nelayan dan masyarakat pesisir, bertujuan untuk menarik wisatawan dan menumbuhkan kebanggaan lokal terhadap laut.

Selain upacara seremonial, berbagai kegiatan pada Hari Nusantara 2025 juga fokus pada aspek lingkungan dan ekonomi. Kampanye lingkungan seperti penanaman mangrove dilakukan secara masif sebagai simbol perlindungan pesisir dan komitmen terhadap isu perubahan iklim. Di sisi ekonomi, momen ini sering dimanfaatkan untuk meresmikan fasilitas pendukung nelayan, seperti Rumah Produksi Perikanan, guna mendorong hilirisasi produk laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Secara keseluruhan, peringatan Hari Nusantara menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali tekad Indonesia mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia yang berdaulat, mandiri, dan kuat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini