Hari AIDS Sedunia 2025: Indonesia Serukan ‘Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’ di Tengah Tantangan Global

0
806

Jakarta, Malanesianews, – Dunia kembali memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) setiap tanggal 1 Desember, dan pada tahun 2025 ini, fokus utama tertuju pada upaya kolektif untuk menjaga kelangsungan layanan HIV di tengah berbagai tantangan global. Mengadaptasi tema internasional “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response,” Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menetapkan tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV.” Peringatan ini menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS harus tetap menjadi prioritas, memastikan setiap orang dengan HIV (ODHIV) memiliki akses penuh terhadap pencegahan, tes, dan pengobatan Antiretroviral (ARV) tanpa hambatan.

Isu keberlanjutan layanan menjadi krusial mengingat adanya laporan mengenai krisis pendanaan global dan potensi gangguan layanan kesehatan. Berdasarkan analisis, pemotongan anggaran bantuan internasional dapat mengancam kemajuan yang telah dicapai selama dua dekade terakhir, berpotensi memicu jutaan infeksi baru dan kematian terkait AIDS. Oleh karena itu, tema tahun ini di Indonesia merupakan seruan kuat bagi kolaborasi multi-pihak—pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan komunitas sipil—untuk mencari solusi inovatif, memperkuat sistem kesehatan, dan memastikan ketersediaan dana domestik agar layanan HIV tetap berjalan inklusif dan berkeadilan, sejalan dengan target global 3Zero.

Selain fokus pada layanan medis, momentum Hari AIDS Sedunia 2025 juga menjadi pengingat mendesak untuk menghapus stigma dan diskriminasi. Stigma yang beredar di masyarakat—termasuk di ruang publik dan digital—masih menjadi hambatan utama yang menyebabkan banyak ODHIV enggan untuk melakukan tes atau memulai terapi ARV, padahal dengan pengobatan yang tepat, mereka dapat hidup sehat dan produktif. Berbagai kegiatan, mulai dari kampanye publik, seminar edukasi, hingga pemeriksaan HIV gratis di daerah, diharapkan dapat meluruskan mitos dan mendorong masyarakat untuk memberikan ruang aman dan dukungan tanpa syarat kepada para pejuang HIV.

Dengan semangat kolektif dan transformasi kebijakan, Indonesia memegang optimisme untuk mencapai sasaran ambisius mengakhiri epidemi AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030. Peringatan HAS 2025 ini bukan hanya sekadar mengenang mereka yang telah meninggal, tetapi juga merupakan janji untuk bertindak—memperkuat komitmen politik, meningkatkan investasi dalam pencegahan dan pengobatan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia—demi menciptakan masa depan di mana tidak ada lagi diskriminasi dan setiap orang dapat mengakses layanan kesehatan yang setara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini