Gubernur Papua Buka Musrenbang 2026, Tegaskan Visi “Papua CERAH” Jadi Landasan Strategis

0
39

Jayapura, Malanesianews, – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Kamis (5/3/2026). Dalam forum strategis ini, Gubernur menegaskan bahwa Musrenbang 2026 adalah momentum krusial untuk merealisasikan visi dan misi besar bertajuk “Papua CERAH” (Cerdas, Sejahtera, dan Harmonis). Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 ditekankan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata pemerintah untuk menjawab tantangan pembangunan melalui transformasi yang berkeadilan dan merata di seluruh wilayah Papua.

Dalam arahannya, Fakhiri menginstruksikan agar setiap strategi pembangunan disusun berbasis data akurat dan selaras dengan kebijakan nasional guna memastikan percepatan pembangunan berjalan terintegrasi. Beliau menekankan bahwa transformasi pembangunan harus mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing daerah tanpa mengabaikan nilai kebersamaan. “RPJMD harus menjadi acuan strategis yang nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur Fakhiri, sembari mengingatkan bahwa integrasi antara kemajuan modern dan kearifan lokal adalah kunci utama legitimasi sosial setiap kebijakan.

Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut, Gubernur memperkenalkan sejumlah program unggulan berbasis kartu jaminan sosial yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil) untuk pemenuhan nutrisi dan gizi, Kartu MACE (Mahasiswa Cerdas) untuk dukungan pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, serta Kartu JALAN (Jaminan Sosial Lansia) dengan layanan kesehatan home care. Selain itu, modernisasi pasar rakyat tetap menjadi prioritas untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan stabilitas harga di tengah masyarakat.

Menutup sambutannya, Gubernur Fakhiri mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari tokoh adat hingga akademisi—untuk bersinergi dan memberikan masukan konstruktif agar perencanaan pembangunan tepat sasaran. Ia berharap setiap program yang dirancang dalam Musrenbang ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga Papua secara berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dianggap sebagai fondasi utama agar percepatan pembangunan di Papua dapat berjalan efektif, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat luas.