Jayapura, Malanesianews, – PT Freeport Indonesia (PTFI) telah secara resmi menyerahkan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan kepada Universitas Cenderawasih (UNCEN) di Jayapura. Pembangunan fasilitas modern ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk memperkokoh sarana pendidikan dan penelitian di Papua, dengan fokus utama pada penguatan bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Seremoni penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, kepada Rektor UNCEN, Oscar O. Wambrauw.
Tony Wenas menegaskan bahwa fasilitas baru ini adalah perwujudan nyata dari komitmen jangka panjang PTFI dalam mencetak generasi muda Papua yang berdaya saing global. “Gedung ini didedikasikan untuk mendukung pembelajaran berbasis STEM agar mereka memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Tony. Komitmen ini juga telah terjalin melalui kerja sama erat, di mana saat ini terdapat 332 alumnus UNCEN yang telah berkarya di PTFI, serta perusahaan aktif mendukung pendidikan melalui beasiswa yang saat ini masih dinikmati oleh 51 mahasiswa.
Menyambut penyerahan ini, Rektor UNCEN Oscar O. Wambrauw menyampaikan apresiasi tinggi. Menurutnya, Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN akan menjadi katalisator utama untuk penguatan STEM, memfasilitasi pusat kolaborasi antara akademisi dan industri, serta membuka akses pendidikan yang lebih inklusif bagi pemuda-pemudi Papua. Gedung tiga lantai seluas 2.800 m² yang berdiri di atas lahan 4.800 m² ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan, salah satunya melalui penggunaan panel surya yang berfungsi ganda sebagai sarana praktikum energi terbarukan.
Fasilitas ini dilengkapi secara menyeluruh untuk mendukung kegiatan akademik, termasuk 18 ruang kuliah berkapasitas 40 orang yang mampu memfasilitasi kuliah daring. Uniknya, setiap ruang diberi nama berdasarkan unsur kimia mineral produk PTFI, yaitu Cuprum (tembaga), Argentum (perak), dan Aurum (emas). Selain itu, terdapat auditorium berkapasitas 170 kursi dengan videotron besar dan sentuhan interior material tembaga, serta ukiran khas Papua. Bahkan, sebagian rangka atap di lantai tiga sengaja dibiarkan terbuka sebagai contoh konstruksi nyata bagi mahasiswa Teknik Sipil. Dengan fasilitas unggulan ini, PTFI berharap UNCEN dapat semakin memantapkan posisinya sebagai universitas terdepan di Kawasan Timur Indonesia.



