Evaluasi Pasca Nataru di Bumi Cendrawasih: Ekonomi Stabil dan Arus Balik Terkendali

0
106

Jayapura, Malanesianews, – Memasuki minggu pertama Januari 2026, kondisi Provinsi Papua secara keseluruhan terpantau stabil dan kondusif setelah melewati rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru. Aktivitas publik di kota-kota besar mulai kembali berdenyut normal, ditandai dengan dibukanya kembali perkantoran serta pusat perbelanjaan. Stabilitas ini didukung oleh kesiapsiagaan 2.155 personel gabungan TNI-Polri yang tersebar di berbagai titik strategis untuk memastikan kenyamanan warga. Integrasi sosial yang kuat di seluruh lapisan masyarakat terbukti mampu menjaga kedamaian dan harmoni selama masa transisi menuju tahun yang baru di Bumi Cendrawasih.

Aktivitas ekonomi kini menjadi fokus utama seiring dengan terjaganya ketahanan energi nasional di wilayah timur. Pertamina memastikan stok BBM di Integrated Terminal Jayapura tetap berada pada level aman dengan cadangan di atas 15 hari guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan logistik awal tahun. Di sisi lain, warga mulai menyesuaikan diri dengan harga baru BBM nonsubsidi per 1 Januari 2026, di mana Pertamax kini berada di harga Rp12.650 dan Dexlite pada Rp13.800. Kelancaran pasokan energi ini menjadi fondasi penting bagi para pelaku usaha di pasar tradisional dan ritel untuk memulihkan aktivitas dagang mereka pasca-libur panjang.

Sektor transportasi mencatat pergerakan yang masif pada arus balik, baik melalui jalur udara maupun laut. Secara nasional, jumlah penumpang kapal laut selama periode Nataru mencapai 880.304 orang, dengan Pelabuhan Jayapura sebagai salah satu hub utama di wilayah Pasifik. Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada kelancaran arus penumpang ini untuk mencegah penumpukan di terminal kedatangan. Selain mobilitas yang tinggi, catatan positif muncul dari sisi keselamatan jalan raya, di mana angka fatalitas kecelakaan secara nasional dilaporkan turun hingga 27%, menunjukkan peningkatan kesadaran keselamatan berkendara masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jayapura kini tengah mengonsolidasikan petugas kebersihan untuk menata kembali area publik yang menjadi pusat kerumunan, seperti Pantai Hamadi dan Jembatan Youtefa. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura bekerja ekstra untuk membersihkan sisa-sisa perayaan di sepanjang jalan protokol dan kawasan wisata guna memastikan estetika kota tetap terjaga. Penjabat Wali Kota Jayapura mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan fasilitas umum, sebagai modal sosial utama dalam mengawali agenda pembangunan tahun 2026.