Bulog Papua Serap 87.631 Ton Jagung Petani Lokal Sepanjang 2025

0
22

Jayapura, Malanesianews, – Perum Bulog sukses memperkokoh rantai pasok agrikultur di Papua dengan menyerap sebanyak 87.631 ton jagung pipil dari petani lokal sepanjang tahun 2025. Langkah besar ini menandai perluasan peran Bulog dalam mengelola komoditas non-beras, yang secara khusus ditujukan untuk memperkuat fondasi industri pakan ternak yang sedang berkembang pesat di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Bulog Papua, Ahmad Mustari, mengungkapkan bahwa pengadaan ini dilakukan dengan standar harga Rp6.400 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 14 persen. Kontribusi pasokan terbesar berasal dari Manokwari yang mencapai 52.523 ton, disusul oleh Jayapura sebanyak 12.500 ton, dan Fakfak sebesar 10.598 ton. Sisanya dikumpulkan dari berbagai daerah lain seperti Merauke, Timika, hingga Sorong dalam skala yang lebih kecil.

Hingga awal Januari 2026, seluruh stok jagung tersebut telah diamankan di berbagai gudang Bulog untuk diproses menjadi pakan ternak. Meskipun ketersediaan bahan baku sudah mencukupi, Ahmad Mustari menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi mendalam terkait penentuan lokasi fasilitas pengolahan industri yang paling strategis untuk mengonversi jagung tersebut menjadi produk pakan siap pakai.

Di tingkat produsen, para petani di wilayah Arso seperti Kadir masih bersikap selektif dalam menjual hasil panen mereka guna memaksimalkan pendapatan. Meskipun kehadiran Bulog memberikan jaminan pasar yang stabil, para petani tetap memantau dinamika harga di pasar terbuka. Mereka cenderung membandingkan penawaran harga antara pemerintah dan pedagang pengumpul swasta demi mendapatkan nilai jual tertinggi bagi komoditas mereka.