Tarik Investor, Pemerintah Resmi Buka Lelang 8 Blok Migas Tahap III Tahun 2025

0
196

Jakarta, Malanesianews, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap III Tahun 2025 dengan menawarkan delapan blok strategis yang membentang dari Banten hingga Papua. Dalam pengumuman yang disampaikan pada Senin (22/12), Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menekankan adanya transformasi signifikan pada ketentuan kontrak guna menarik minat investor. Pemerintah kini memberikan fleksibilitas bagi kontraktor untuk memilih antara skema cost recovery atau gross split, serta meningkatkan bagi hasil produksi hingga 50 persen tergantung pada profil risiko masing-masing proyek.

Upaya perbaikan iklim investasi ini juga mencakup kemudahan akses data dan penghapusan kewajiban pelepasan wilayah di tahap awal eksplorasi. Menurut Laode, langkah ini diambil untuk menciptakan distribusi risiko dan imbalan yang lebih adil antara negara dan mitra usaha. Terkait jadwal, para peminat melalui mekanisme penawaran langsung memiliki tenggat waktu hingga 5 Februari 2026, sementara untuk mekanisme lelang reguler, pengajuan dokumen masih dibuka hingga 21 April 2026.

Rincian blok yang ditawarkan memiliki potensi sumber daya yang cukup menjanjikan, di antaranya WK Akimeugah I dan II di Papua yang masing-masing diperkirakan menyimpan hingga 15 miliar barel minyak ekuivalen (BOE). Selain itu, terdapat WK Tapah di Sumatera, WK Nawasena di Jawa Timur, serta WK Mabelo di Sulawesi Tenggara yang ditawarkan melalui skema penawaran langsung. Untuk lelang reguler, pemerintah menyertakan WK Arwana III di Natuna, WK Tuah Tanah di wilayah Sumatera Utara, dan WK Rangkas yang mencakup area daratan Banten serta Jawa Barat.

Bersamaan dengan peluncuran lelang tahap III, Kementerian ESDM juga mengumumkan PT Proteknik Utama sebagai pemenang lelang penawaran langsung WK Gagah di Sumatera Selatan. Perusahaan tersebut berkomitmen mengucurkan investasi sebesar USD 4,25 juta untuk masa eksplorasi tiga tahun pertama, dengan tambahan bonus tanda tangan senilai USD 300.000. Pemerintah berharap melalui rangkaian lelang ini, ketahanan energi nasional dapat semakin diperkuat melalui eksekusi komitmen pasti yang tepat waktu oleh para pemenang kontrak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini