Mengkhawatirkan: Indonesia Peringkat Ketiga Risiko Banjir Tertinggi di Asia Tenggara (World Risk Index 2025)

0
175

Jakarta,Malanesianews, –  Kerentanan Indonesia terhadap bencana hidrometeorologi semakin digarisbawahi oleh data global. Berdasarkan laporan World Risk Index 2025 yang dirilis oleh Institute for International Law of Peace and Armed Conflict (IFHV) dari Ruhr-University Bochum, Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia Tenggara sebagai negara dengan ancaman bencana banjir paling mengkhawatirkan. Dengan skor indeks mencapai 47.82 (dalam skala 0–100), temuan ini mengindikasikan tingkat risiko serius yang dihadapi populasi dan wilayah di Nusantara, baik dari ancaman banjir pesisir maupun luapan sungai.

Tingginya risiko tersebut tercermin jelas dalam data penanggulangan bencana di tingkat nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa hingga 7 Desember 2025, telah terjadi sebanyak 1.511 peristiwa banjir sepanjang tahun ini. Angka ini sangat signifikan, mengingat total keseluruhan jenis bencana yang melanda Indonesia sepanjang periode tersebut mencapai 3.012 peristiwa. Hal ini menunjukkan bahwa bencana banjir merupakan jenis bencana paling dominan, menyumbang hampir separuh (50%) dari seluruh insiden yang terjadi di tanah air, menguatkan posisi Indonesia dalam kategori rentan.

Penentuan skor indeks risiko banjir yang menempatkan Indonesia pada posisi rentan didasarkan pada perhitungan komprehensif yang melibatkan Indeks Paparan Banjir dan Indeks Kerentanan. Indeks Paparan menilai tingkat keterancaman populasi serta beban yang ditimbulkan, sedangkan Indeks Kerentanan diuraikan menjadi tiga dimensi kritis: kerentanan dasar (menilai kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur), kapasitas penanggulangan (mengukur kemampuan respons jangka pendek masyarakat), dan kapasitas adaptasi (menilai kesiapan jangka panjang menghadapi ancaman banjir di masa depan).

Sementara Indonesia berada di posisi ketiga, laporan tersebut juga memuat pemeringkatan risiko banjir tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Myanmar menduduki puncak daftar sebagai negara paling rentan dengan skor indeks mencapai 63.37, diikuti oleh Filipina di posisi kedua dengan skor 50.05. Di bawah Indonesia, Vietnam menempati peringkat keempat (46.17), diikuti oleh Thailand (43.32) di posisi kelima, Kamboja (35.4) di posisi keenam, dan Malaysia menutup daftar dengan indeks risiko sebesar 31.66.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini