Jayapura, Malanesianews, – Pemerintah Provinsi Papua resmi mengucurkan dana awal sebesar Rp1 miliar guna meluncurkan program Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil) untuk anggaran tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai komitmen serius pemerintah daerah dalam memperkuat proteksi kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri menegaskan bahwa kehadiran Kartu KASIH bertujuan menjamin pelayanan kesehatan cuma-cuma dan berkesinambungan, mulai dari fase kehamilan hingga anak genap berusia dua tahun. Menurutnya, program ini dirancang secara terpadu untuk mendampingi ibu selama masa mengandung, persalinan, nifas, hingga periode tumbuh kembang balita.
Fakhiri menjelaskan, intervensi kesehatan sejak masa mengandung sangat krusial mengingat fase tersebut merupakan periode paling sensitif dalam membentuk kualitas kesehatan ibu serta anak. Oleh karena itu, Kartu KASIH difokuskan sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk menekan serta mencegah risiko stunting sejak dini. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga rujukan secara gratis.
Dalam pelaksanaannya, program ini berlaku menyeluruh bagi seluruh penduduk Papua tanpa membedakan latar belakang Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP. Sebelum diterapkan secara luas, Pemprov Papua bakal menggelar proyek percontohan selama tiga bulan terakhir pada 2026 di empat fasilitas kesehatan, meliputi Puskesmas Skouw, Puskesmas Waibu, Puskesmas Suarari, serta RSUD Jayapura.
Hasil dari uji coba di empat faskes tersebut nantinya dievaluasi secara menyeluruh guna menyempurnakan sistem operasional serta memetakan kebutuhan pelayanan di lapangan. Fakhiri menargetkan program Kartu KASIH sudah dapat menjangkau seluruh kawasan yang mencakup delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua pada tahun 2027 mendatang.



