Dukung Sentani Strategic Forum (SSF) 2026, Dubes Seychelles dan DPD RI datangi Sekretariat Panitia

0
36
Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia H.E Nico Barito Bersama Istri Ketu DPD RI Rose Sultan Najamudin di dampingi anggota DPD RI Dapil Papua Carel S.P Suebu saat berkunjung ke LMA Kabupaten Jayapura dan diterima Ketua Sentani Strategic Forum (SSF) 2026 Friets Maurits Felle (3/9/2026)

Sentani-Jayapura,Malanesianews – Setelah menghadiri Pembukaan puncak Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 di Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9), Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia H.E Nico Barito, Istri Ketu DPD RI Rose Sultan Najamudin di dampingi anggota DPD RI dapil Papua Carel S.P Suebu melanjutkan agenda silaturahmi bersama Panitia Sentani Strategic Forum (SSF) 2026 yang bertempat di Obhe LMA Kabupaten Jayapura.

Kehadiran rombongan Dubes H.E Nico Barito di sambut hangat Ketua Lembaga Masyarakat adat Kabupaten Jayapura Friets Maurits Felle yang juga adalah Ketua Panitia SSF 2026 Seminar nasional Penataan Kawasan strategis Sentani serta para undangan yang hadir Ondofolo se-Kota Sentani .

Dubes H.E Nico Barito menyampaikan apresiasi mendalam atas potensi alam dan keramah tamaan masyarakat Sentani. Di hadapan kepala suku dan warga, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadiran dalam pertemuan ini.

“Saya memohon maaf kepada Bapak Kepala Suku atas keterlambatan ini. Agenda sebelumnya sedianya berlangsung hingga pukul dua siang, namun kami diundang oleh Gubernur untuk meninjau langsung potensi yang dimiliki oleh masyarakat di sini,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, ia mengajak tokoh adat Sentani dan sekitarnya yang hadir  untuk mencontoh Seychelles, sebuah negara kepulauan kecil di Afrika Timur yang berhasil menjadi negara terkaya di benua tersebut berkat pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Ia menilai Papua memiliki kemiripan dan potensi besar yang bahkan lebih unggul karena memiliki penduduk asli yang menjaga tanahnya.

“Papua dianugerahi Tuhan kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa. Namun, jika tidak dikelola oleh orang-orang yang bijaksana, alam ini bisa rusak. Kita bisa belajar dari Seychelles. Meski negaranya kecil, mereka sangat menghargai laut, pantai, dan pegunungan mereka sehingga bisa sekaya sekarang,” jelas  Dubes H.E Nico Barito

Merujuk pada sejarah jalur perdagangan rempah dunia yang menghubungkan Afrika Timur dan Indonesia, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir yang mencintai lingkungan. Di Seychelles, doktrin menjaga alam telah ditanamkan sejak usia dini kepada masyarakatnya.

“Sejak dini, masyarakat di sana ditanamkan keyakinan bahwa laut adalah rumah mereka dan gunung adalah tempat untuk memandang masa depan. Mereka wajib menjaga dan membersihkannya. Pola pikir inilah yang harus kita terapkan di sini demi keberlanjutan alam Papua,” pungkasnya.

Iapun menambkan Danau itu awal baiknya Tuhan menciptakan air masuk dan keluar itu berlimpah tetapi sekarng terjadi perubahan pola tata ruang oleh pengendalian manusia dan kebutuhan ekonomi pembangunan daerah.

Ada sisa makan yang masuk,ada limbah-limbah air yang masuk disini muncul tanaman baru namanya enceng gondok saya sangat mengerti dan menjiwai lingkungkan ,danau itu menjadi dangkal karena adanya enceng gendok ini pertumbuhan cepat sekali yang akan menyempitkan danau kalua kita mengeruk tidak akan pernah selesai.

Maka seminar Nasional penataan Kawasan strategis sentani ini sudah sangat tepat karena danau sentani ini sangat besar sekali sudah kelasnya danau toba di sumatera dulu pernah saya urus dalam pelestarian Kembali danau toba. Saya akan siapkan tim tekhnis berikan paparan dalam forum sentani strategic forum di bulan depan.

Penghujung acara silaturahmi ini Ketua Panitia Sentani Strategic Forum (SSF) Friets maurits Felle menyerahkan Proposal kegiatan SSF kepada Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia H.E Nico Barito dan juga kepada  Rose Sultan Najamuddin Istri dari Ketua DPD RI .

“ Kami Panitia Sentani Strategic Forum (SSF) 2026 terdiri dari Anggota DPD RI Pak Carel Suebu, LMA Kabupaten Jayapura kebetulan saya sendiri sebagai ketua LMA dan LSM The New Papua Foundation pimpinan Pak Baharudin Farawowan yang juga adalah sekretaris Panitia SSF mengharapkan dukungan dan kehadiran Bapak dan Ibu dalam Seminar nantinya pada tanggal 28 Oktober 2026 “  Tutup Friets Maurits Felle .MCS)