
Sentani-Jayapura, – 3 September 2026 – Pembukaan puncak Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 di Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9), berlangsung meriah dengan hadirnya perwakilan negara sahabat. Salah satu momen paling menarik perhatian adalah pidato dari Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia H.E Nico Barito, yang secara terbuka mengajak Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan kolaborasi kebudayaan tingkat internasional.
Dalam sambutannya di hadapan Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati, Gubernur Papua, dan Bupati Jayapura, Dubes Seychelles H.E Nico Barito mengungkapkan bahwa keanekaragaman budaya Indonesia terbukti memikat pasar global dan memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pariwisata di negaranya. Banyak pemerintah daerah di Indonesia yang telah aktif mengirimkan misi kebudayaan ke Seychelles.
“Mereka membawa budaya ke sana, bagi saya tuh nilai tambah, ya, Ibu Wamen. Karena saya tidak punya produk aneka ragam. Kalau orang ke Seychelles hanya lihat pantai, lihat gunung yang indah, luxury life yang baik, lama-lama bosan juga. Tapi dengan adanya aneka ragam produk Indonesia, mereka merasa ada sesuatu yang baru di Seychelles. And who are they? Indonesia, Bu,” ujar Dubes Seychelles disambut tepuk tangan riuh para undangan.
Secara khusus, Dubes Seychelles menantang Bupati Jayapura Yunus Wonda untuk memperkenalkan kuliner khas Papua, khususnya papeda, serta tarian adat Sentani langsung ke negara kepulauan yang terletak di Samudra Hindia tersebut pada momentum perayaan Natal tahun ini. Ia menegaskan agar pemerintah daerah tidak perlu mencemaskan urusan anggaran keberangkatan.
“Harapan saya Pak Bupati, mudah-mudahan hari Natal, ada papeda di Seychelles. Tolong bawa papeda ke Seychelles, kita bikin kuliner Sentani dan perkenalkan tarian Sentani di sana. Bapak jangan pikirkan anggaran. Yang penting Bapak berangkat, saya atur. Ini namanya Reciprocate Collaborations,” tegasnya.
Menurutnya, strategi promosi timbal balik ini akan menjadi jalan pintas yang sangat efektif bagi kebudayaan Sentani untuk dikenal oleh wisatawan dunia dengan modal yang jauh lebih murah. Ketika turis internasional di Seychelles mencicipi keunikan papeda dan menyaksikan tarian Papua, mereka dipastikan akan penasaran untuk datang langsung menyaksikan Festival Danau Sentani di tahun-tahun mendatang.
Di akhir pidatonya.
Seychelles (secara resmi bernama Republik Seychelles) adalah sebuah negara kepulauan tropis yang terletak di Samudra Hindia bagian barat, sekitar 1.600 kilometer di sebelah timur daratan Afrika (Kenya). Meskipun secara geografis masuk dalam wilayah benua Afrika, Seychelles terkenal sebagai negara terkecil sekaligus terkaya di Afrika berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita .(MCS)


