Jayapura, Malanesianews, — Menjelang perhelatan musyawarah tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026, atmosfer konsolidasi nasional kian menghangat. Agenda lima tahunan ini memegang peranan krusial yang tidak hanya berfokus pada pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU, melainkan juga evaluasi program serta perumusan rekomendasi strategis bagi kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Eksistensi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dinilai sudah berada di posisi yang kokoh dan tidak perlu diragukan lagi dalam hal kontribusinya bagi bangsa. Fungsionaris New Papua Foundation (NPF), Frits Karubaba, mengungkapkan bahwa kiprah serta rekam jejak para kader terbaik NU telah terbukti nyata dan terdistribusi secara merata di berbagai sektor strategis kehidupan bernegara.
“Eksistensi Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, tidak perlu diragukan lagi. Sudah banyak kontribusi yang NU buat demi bangsa dan NKRI. Kader-kader terbaik NU yang terdistribusi ke eksekutif, legislatif, lembaga-lembaga pemerintah, lembaga-lembaga non-pemerintah, dan sektor swasta, telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan fisik dan psikis bangsa dan NKRI,” ujar Frits Karubaba dalam keterangannya, Selasa (4/8).
Ia juga menyoroti pencapaian masa kepengurusan periode 2021–2026 yang hampir purna di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) selaku pimpinan lembaga eksekutif NU yang didampingi KH Miftachul Akhyar selaku Rais ‘Aam pimpinan tertinggi syuriyah. Menurut Frits, pikiran-pikiran brilian para kader NU selama lima tahun terakhir telah memberikan sumbangsih nyata dalam mengarahkan kebijakan negara menuju kemajuan dan kemakmuran bersama.
Menutup rangkaian akhir kepemimpinan saat ini, publik dan seluruh rakyat Indonesia disebut masih menaruh harapan besar agar forum tertinggi muktamar mampu melahirkan kepengurusan baru yang progresif. “Bangsa dan negara, terutama rakyat Indonesia, terus dan tetap menaruh harapan dan tumpuan pada Nahdlatul Ulama untuk memberikan kontribusi, menempatkan nahdliyin-nahdliyin terbaiknya dalam kepengurusan yang baru, demi kemajuan Nahdlatul Ulama, tapi juga demi kemajuan bangsa dan NKRI yang kita cintai. Selamat bertarung nahdliyin-nahdliyin terbaik. Sukses acara dan sukses penyelenggaraan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.



