Pimpinan Partai, MRP, KPU dan Bawaslu Papua Bersatu dalam Mengheningkan Cipta untuk Bung Karno

0
57

JAYAPURA, Malanesianews,– Suasana khidmat mewarnai pembukaan Diskusi Publik bertajuk “Revisi UU Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Papua” yang diselenggarakan oleh Tim Kerja Bulan Bung Karno 2026 DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua. Seluruh peserta kegiatan mengawali forum dengan prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa dan perjuangan Sang Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Menurut Anggota Tim Kerja Bulan Bung Karno 2026 DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Baharudin Farawowan, pelaksanaan diskusi publik tersebut sengaja dipilih pada 6 Juni 2026, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno yang lahir pada 6 Juni 1901. Pemilihan tanggal tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan, nasionalisme, dan pemikiran Bung Karno dalam menjawab berbagai tantangan demokrasi yang dihadapi bangsa, khususnya di Tanah Papua.

“Pelaksanaan kegiatan ini sengaja kami laksanakan pada tanggal 6 Juni karena bertepatan dengan hari lahir Bung Karno. Kami ingin momentum kelahiran Sang Proklamator tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diisi dengan ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai masa depan demokrasi Indonesia dan Papua,” ujar Baharudin Farawowan.

Prosesi penghormatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Calvin Mansnembra, dan diikuti oleh sejumlah pimpinan partai politik, penyelenggara pemilu, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), tokoh adat, akademisi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat Papua.

Tampak hadir dan turut mengikuti prosesi mengheningkan cipta antara lain Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua Jhony Banua Rouw, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua Yanni, S.H., M.H., M.Sos., Fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua Elia Loupatty, Ketua KPU Provinsi Papua Diana Dorthea Sembiak, Ketua Bawaslu Provinsi Papua Hardin Halidin, Anggota Majelis Rakyat Papua Izak Hikoyabi, Sandra Mamberasar dan Yulius Ohee, Ketua Dewan Adat Tabi Provinsi Papua Yakonias Wabrar, serta Fungsionaris DPD,DPC PDI Perjuangan yang hadir .

Dengan penuh penghormatan, seluruh peserta berdiri serentak dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghargaan atas jasa Bung Karno yang telah meletakkan dasar-dasar kebangsaan Indonesia melalui Pancasila, semangat persatuan, dan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Calvin Mansnembra menyampaikan bahwa prosesi mengheningkan cipta bukan sekadar seremoni pembukaan kegiatan, melainkan momentum refleksi untuk mengenang pengorbanan dan keteladanan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan, persatuan bangsa, serta keberpihakan kepada rakyat kecil.

Menurut Calvin, semangat perjuangan Bung Karno harus terus dihidupkan dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan di Papua, terutama dalam memperjuangkan keadilan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat. Prosesi mengheningkan cipta tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Papua, sekaligus menegaskan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan Sang Proklamator dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (mcs)