Jayapura, Malanesianews, – Pemerintah Provinsi Papua bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido, di bawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, resmi bersinergi untuk mengembangkan Pelabuhan Korido di Kabupaten Supiori. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan maritim di utara Papua yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, sekaligus memperlancar jalur logistik di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP). Kolaborasi ini diawali dengan peninjauan lapangan dan penelitian teknis yang dipimpin langsung oleh jajaran Pemprov Papua di Distrik Supiori Selatan pada Jumat, 22 Mei 2026.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Papua bersama-sama menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED). Pada tahun anggaran 2027, pengembangan jangka pendek akan difokuskan pada studi perpanjangan dermaga, pembangunan area walkway, terminal penumpang, kantin, hingga area komersial. Target utamanya adalah meningkatkan kapasitas operasional pelabuhan agar mampu bersandar kapal-kapal berukuran besar, sekaligus menyediakan fasilitas yang nyaman bagi penumpang dan pelaku usaha lokal.
Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menegaskan bahwa Pelabuhan Korido memegang peran vital sebagai gerbang ekonomi dan logistik untuk seluruh wilayah kepulauan di utara Papua. Melalui penyelesaian DED ini, kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan diharapkan dapat teratasi. Willem optimis bahwa pembenahan ini tidak hanya mendongkrak aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat pengawasan, keamanan data pergerakan kapal, serta keselamatan pelayaran di kawasan timur Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan kolaborasi perdana Pemprov Papua dalam menyusun DED kepelabuhanan. Ia berharap pelabuhan yang produktif ini mampu menciptakan konektivitas yang kuat demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menambahkan poin tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua sekaligus Ketua Tim Teknis, Matius Wally, menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi operasional nantinya akan diintegrasikan untuk menghadirkan layanan pelabuhan yang andal, khususnya di area yang selama ini sulit dijangkau.



