Dampak Siklon dan Angin Barat, Ratusan KK di Jayapura Terdampak Luapan Danau Sentani

0
46

Jayapura, Malanesianews, – Kenaikan debit air Danau Sentani memicu banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga di Kabupaten Jayapura sejak awal pekan ini. Puncaknya terjadi pada Kamis (9/4/2026), di mana volume air dilaporkan terus meningkat secara signifikan hingga merambah area hunian. Tercatat sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terdampak oleh fenomena alam tersebut, yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan pengaruh siklon yang melanda wilayah Papua dalam beberapa hari terakhir.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menjelaskan bahwa situasi diperparah oleh fenomena angin barat yang cukup kuat saat ini. Angin tersebut menghalangi arus air dari danau yang seharusnya mengalir menuju laut, sehingga terjadi aliran balik yang membuat genangan di daratan sulit surut. “Air tidak dapat mengalir secara optimal karena tertahan arus dari luar, sehingga volumenya menumpuk kembali ke arah danau,” ungkap Fakhiri saat memberikan keterangan pers.

Laporan di lapangan menunjukkan bahwa Kampung Yoboi menjadi titik terdampak yang paling parah, di mana sebagian besar hunian warga kini terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Kerusakan fisik juga menyasar fasilitas publik, termasuk salah satu jembatan krusial di Kampung Yobe yang dilaporkan mengalami kerusakan struktur akibat hantaman debit air. Selain merendam rumah, luapan air ini melumpuhkan akses transportasi lokal yang sehari-harinya mengandalkan dermaga kecil di tepian danau.

Pemerintah Provinsi Papua bersama instansi terkait kini tengah mempercepat proses pendataan di lokasi bencana guna memastikan bantuan logistik segera tersalurkan. Berdasarkan referensi tambahan dari pihak otoritas pelabuhan dan BMKG, siklus angin barat ini diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Data hasil validasi lapangan ini nantinya akan menjadi dasar utama bagi pemerintah dalam menetapkan status tanggap darurat serta langkah mitigasi infrastruktur jangka panjang di kawasan Danau Sentani.