Jakarta, Malanesianews, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Timur Indonesia menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data terkini per Maret 2026, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergeser ke fase 6 dan 7 di wilayah Pasifik Barat memicu peningkatan pembentukan awan hujan yang signifikan di area Maluku hingga Papua. Masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode pertengahan hingga akhir Maret.
Di sektor darat, BMKG menetapkan status Siaga untuk wilayah Papua Pegunungan dan Sulawesi Utara akibat risiko hujan sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Selain curah hujan tinggi, potensi angin kencang juga diprediksi akan menyapu wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian besar daratan Papua. Kondisi ini menuntut para pemudik yang menggunakan jalur transportasi darat untuk ekstra hati-hati terhadap penurunan jarak pandang dan risiko pohon tumbang di sepanjang rute perjalanan.
Sementara itu, kondisi keamanan di wilayah perairan Timur Indonesia dilaporkan mengalami peningkatan risiko akibat gelombang tinggi. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa titik strategis, termasuk Laut Banda, Laut Arafuru, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik di utara Papua Barat Daya. Kecepatan angin yang terpantau mencapai lebih dari 25 knot di wilayah tersebut sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal tongkang, kapal nelayan, dan moda transportasi laut skala kecil yang sering digunakan untuk penyeberangan antarpulau.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus memperbarui data melalui sistem Digital Weather for Traffic (DWT) dan Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS) guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Para operator transportasi dan pemudik diharapkan selalu memantau aplikasi InfoBMKG sebelum melakukan keberangkatan untuk menghindari terjebak dalam cuaca buruk. Koordinasi intensif antara BMKG dengan Kementerian Perhubungan juga terus dilakukan guna menyiapkan skenario mitigasi, termasuk kemungkinan penerapan operasi modifikasi cuaca jika kondisi atmosfer memburuk secara drastis saat puncak arus mudik.



