Jayapura, Malanesianews, – Langkah konservasi di wilayah timur Indonesia resmi memasuki fase baru seiring tuntasnya identifikasi Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati (Important Bird and Biodiversity Areas/IBA) di Papua. Melalui kolaborasi Burung Indonesia dengan berbagai mitra, sebanyak 59 lokasi strategis seluas 10,5 juta hektare telah dipetakan sebagai referensi ilmiah pelestarian. Pencapaian ini menempatkan Papua sebagai wilayah dengan jumlah dan luas IBA terbesar di tanah air, di mana kawasan yang dipetakan mencakup 25,58 persen dari total luas daratan Papua.
Data terbaru menunjukkan bahwa Papua merupakan rumah bagi 641 spesies burung, dengan 252 di antaranya berstatus endemis Pulau Papua. Namun, kekayaan hayati ini menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim, perburuan liar, hingga alih fungsi lahan yang menyebabkan 14 spesies kini terancam punah secara global. Muhammad Meisa, Communication & Institutional Development Manager Burung Indonesia, menjelaskan bahwa data IBA ini berfungsi untuk memecahkan misteri distribusi satwa di masa lalu sekaligus menjadi indikator utama dalam mengukur kesehatan ekosistem di wilayah tersebut.
Dalam proses pemetaannya, identifikasi IBA menggunakan empat kriteria sains global yang sangat ketat, mulai dari pemantauan populasi burung terancam punah hingga perlindungan habitat bioma tertentu. Dari puluhan titik yang terdata, lima wilayah telah ditetapkan sebagai prioritas eksplorasi utama karena signifikansi ekologisnya yang tinggi, yakni Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Biak, Pegunungan Cycloop, dan Wandamen-Wondiboy. Standar identifikasi ini memastikan bahwa upaya konservasi didasarkan pada data akurat yang diakui secara internasional.
Rampungnya identifikasi di Papua pada awal 2026 ini menandai puncak dari perjalanan panjang pencarian daerah prioritas konservasi di Indonesia yang dimulai sejak 1993. Dengan tambahan data dari Papua, kini total terdapat 287 lokasi IBA di seluruh Indonesia yang menjadi panduan agar alokasi sumber daya pelestarian alam lebih tepat sasaran. Bagi masyarakat yang ingin mempelajari lebih lanjut, dokumen lengkap mengenai daerah penting bagi keanekaragaman hayati di Papua tersebut kini sudah dapat diakses dan diunduh melalui laman resmi Burung Indonesia.



