BRIN Identifikasi Dua Spesies Ngengat Endemik Baru di Tanah Papua dan Sulawesi

0
30

Jakarta, Malanesianews, – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan penemuan dua spesies ngengat endemik baru asal Indonesia, yaitu Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis. Penemuan ini merupakan hasil dedikasi panjang Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah melalui survei lapangan di Tanah Papua dan Sulawesi sejak tahun 2002 hingga 2017. Identifikasi mendalam juga dilakukan terhadap koleksi spesimen di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) untuk memastikan kebaruan taksonomi kedua serangga tersebut bagi ilmu pengetahuan.

Kedua spesies ini memiliki karakteristik morfologi yang sangat spesifik, terutama pada pola sayap dan struktur genitalia jantan sebagai pembeda utama. Glyphodella fojaensis dikenali melalui bercak kuning bulat pada sayap depannya, sementara Chabulina celebesensis memiliki pola garis sayap yang unik. Perbedaan karakter ini mencerminkan proses evolusi dan adaptasi unik di habitat masing-masing, di mana G. fojaensis menghuni hutan tropis primer Pegunungan Foja, sedangkan C. celebesensis ditemukan di hutan sekunder Sulawesi.

Metodologi penelitian ini melibatkan penggunaan perangkap cahaya untuk mengumpulkan spesimen yang bersifat nokturnal atau aktif di malam hari. Analisis detail kemudian dilakukan menggunakan mikroskop sebelum akhirnya dipublikasikan dalam jurnal internasional Raffles Bulletin of Zoology volume 74 edisi Februari 2026. Keberhasilan identifikasi ini menambah daftar panjang kekayaan fauna dari famili Crambidae sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati (biodiversitas) dunia yang paling krusial.

Meskipun menjadi temuan penting, para peneliti memperingatkan bahwa status endemik membuat kedua spesies ini sangat rentan terhadap ancaman eksternal. Perubahan lingkungan akibat deforestasi dan degradasi habitat di wilayah Papua serta Sulawesi dapat mengancam kelestarian mereka di masa depan. Oleh karena itu, BRIN menekankan pentingnya perlindungan ekosistem hutan secara berkelanjutan agar kekayaan hayati yang baru teridentifikasi ini tidak punah sebelum sempat dipelajari lebih mendalam.