Peringatan HUT Pekabaran Injil ke-171: Tonggak Transformasi Sosial dan Pembangunan di Papua

0
34

Jayapura, Malanesianews, – Peringatan 5 Februari 2026 menandai perjalanan 171 tahun sejak dimulainya misi Pekabaran Injil di Tanah Papua. Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 5 Februari 1855, dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, mendarat di Pulau Mansinam, Manokwari. Pendaratan tersebut menjadi titik awal masuknya pengaruh agama Kristen yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah pesisir hingga pegunungan di seluruh penjuru Bumi Cenderawasih.

Selama rentang waktu hampir dua abad, perkembangan Injil di Papua telah memberikan dampak signifikan terhadap struktur sosial dan budaya masyarakat setempat. Kehadiran para penginjil membawa serta sistem pendidikan formal, layanan kesehatan, dan literasi yang menjadi fondasi bagi kemajuan peradaban di wilayah tersebut. Integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat lokal menciptakan identitas baru yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Memasuki usia ke-171 tahun, momentum ini menjadi waktu bagi berbagai pihak untuk meninjau kembali kontribusi gereja dan lembaga misi dalam pembangunan daerah. Tantangan zaman yang semakin dinamis menuntut adanya adaptasi dalam penyampaian pesan-pesan kemanusiaan dan keadilan sosial. Fokus peringatan tahun ini diarahkan pada penguatan kerukunan antarumat beragama serta pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap alam Papua.

Secara keseluruhan, HUT Pekabaran Injil merupakan agenda tahunan yang memiliki nilai historis mendalam bagi sejarah pembangunan di Indonesia Timur. Perayaan ini diharapkan dapat memperkokoh solidaritas sosial dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai perdamaian. Keberlanjutan warisan sejarah ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi besar perjalanan bangsa Indonesia di Tanah Papua.