Presiden Prabowo Resmi Lantik 16 Anggota Dewan Energi Nasional Periode 2026-2030

0
29

Jakarta, Malanesianews, – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara guna mempercepat target swasembada energi. Berdasarkan struktur organisasi, Presiden menjabat sebagai Ketua DEN, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang mengemban amanah sebagai Ketua Harian. Sinergi kepemimpinan ini dirancang untuk memastikan kebijakan energi nasional sejalan dengan visi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

Dari unsur pemerintah, Presiden melantik para menteri yang memiliki peran krusial dalam ekosistem energi nasional. Nama-nama tersebut adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Kehadiran lintas kementerian ini bertujuan untuk mengintegrasikan kebijakan dari hulu hingga hilir secara komprehensif.

Selain unsur pemerintah, terdapat delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan yang telah melalui proses seleksi ketat di DPR RI. Mereka adalah Herman Darnel Ibrahim dan Heri Suryo Pramono yang mewakili unsur industri, Satya Widya Yudha dan Dina Nurul Fitria dari unsur konsumen, serta Surya Darma dan Aswad Sulaiman dari unsur teknologi. Selain itu, Mohammad Fadhil Hasan bergabung mewakili unsur lingkungan hidup, didampingi oleh Agus Puji Prasetyono yang mewakili unsur akademisi guna memberikan masukan berbasis riset dan data.

Tugas utama ke-16 anggota ini adalah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi krisis dan darurat energi, serta mengawasi pelaksanaan kebijakan lintas sektoral. Presiden Prabowo berharap seluruh anggota dapat bekerja cepat dalam mengoptimalkan sumber daya alam domestik agar Indonesia segera lepas dari ketergantungan impor energi. Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi DEN untuk menyusun peta jalan energi yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya saing global demi kesejahteraan masyarakat luas.