Cuaca Ekstrem Indonesia Timur: Gelombang Mencapai 6 Meter, Pelayaran Diminta Waspada

0
56
dark ocean storm with lgihting and waves

Jayapura, Malanesianews, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia Bagian Timur dalam sepekan ke depan. Fenomena ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta adanya bibit siklon tropis di wilayah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakibatkan peningkatan massa udara basah secara signifikan. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan skala masif yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Maluku hingga Papua.

Wilayah Nusa Tenggara Timur dan Papua kini berada dalam status siaga akibat curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat yang bermukim di daerah lereng perbukitan dan sepanjang aliran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang serta tanah longsor. Selain itu, kecepatan angin yang diprediksi mencapai lebih dari 30 knot berpotensi merusak infrastruktur ringan dan menumbangkan pepohonan di area pemukiman warga.

Sektor transportasi laut juga mendapatkan perhatian khusus menyusul peringatan gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 4 hingga 6 meter di Samudra Hindia bagian selatan serta Laut Arafuru. BMKG mengimbau operator kapal feri, kapal kargo, maupun nelayan tradisional untuk sementara waktu menunda aktivitas melaut demi keselamatan jiwa. Kondisi perairan yang tidak menentu ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran, terutama pada jalur-jalur penyeberangan antar-pulau di wilayah Maluku dan NTT.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah diminta segera melakukan pengecekan pada drainase perkotaan serta menyiapkan posko pengungsian di titik-titik rawan bencana. Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi InfoBMKG dan menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak selama cuaca ekstrem berlangsung. Koordinasi antara pihak terkait diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian materiil maupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem yang sedang melanda.